Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bertemu dengan para tokoh Adat Dayak di Kantor Bappenas, Jakarta, Jumat (18/3/2022). (Dokumentasi Kementerian PPN)
Perkumpulan Karsa, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menerima audiensi Majelis Adat Dayak Nasional, Jumat (18/3/2022). Pertemuan membahas tentang rencana pemindahan Ibu Kota Negara, yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kepada masyarakat adat yang hadir, Menteri menjelaskan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara akan menyerap banyak tenaga kerja. Menurutnya, estimasi kebutuhan tenaga kerja di IKN akan meningkat seiring waktu. Misalnya saja, pada tahun 2025 kebutuhan tenaga kerja di estimasikan sebanyak 379.039 tenaga kerja dan meningkat pada tahun 2030 menjadi 486.424 tenaga kerja.
Dalam akun instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfa, Menteri menambahkan, IKN akan memberikan solusi kesempatan kerja dan berusaha. Oleh karenanya, pemerintah telah menyusun beberapa strategi dalam jangka pendek untuk melibatkan SDM lokal dalam penyerapan tenaga kerja di IKN.
Pertama, melibatkan masyarakat asli sebanyak-banyak dalam kegiatan pembangunan IKN dan kegiatan ekonomi lainnya jika IKN sudah berjalan. Hal ini akan dilakukan dengan kebijakan afirmasi pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan konstruksi dan kegiatan ekonomi lainnya.
Kedua, menyusun kurikulum BLK untuk SDM lokal agar sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja di wilayah IKN.
Ketiga, meningkatkan keahlian wirausaha masyarakat lokal dengan memfokuskan pelaksanaan program-program kewirausahaan dan fasilitasi usaha di lokasi IKN.
Keempat, melakukan kajian dan mengkonsolidasikan kajian-kajian terkait implikasi kebutuhan (demand) dan ketersediaan (supply) tenaga kerja di IKN berdasarkan masterplan yang telah disusun, serta mencari skenario yang harus disiapkan untuk memenuhi target, yang kemudian dapat dirilis dalam bentuk buku saku yang berisikan intisari dari hasil-hasil kajian yang sudah dilakukan.
Kelima, memetakan lokasi-lokasi Lembaga Pendidikan, Vokasi, dan BLK eksisting serta BLK baru di wilayah IKN yang dapat berguna untuk program-program pelatihan bagi tenaga kerja dari masyarakat lokal di jangka menengah.
Keenam, melakukan analisis risiko demografi tenaga kerja. Hal ini diperlukan untuk melihat potensi dan risiko perkembangan populasi, misalnya terkait isu potensi pasangan tenaga kerja swasta yang akan membawa keluarga.
Strategi Pelestarian dan Pembangunan Budaya Lokal di IKN
Pemerintah telah menetapkan, strategi pelestarian dan pembangunan budaya lokal terbagi menjadi 3 tahap yakni jangka pendek, menengah, dan Panjang. Dalam strategi jangka pendek, pengembangan IKN akan difokuskan sebagai pusat kebudayaan nasional dengan tahapan sebagai berikut.
Pertama, mengidentifikasi dan melakukan pemetaan digital tempat-tempat keramat danpenting masyarakat adat.
Kedua, menginventarisasi nama tempat (toponimi) penting berdasarkan budaya masyarakat asli yang perlu diusulkan untuk nama gedung, jalan, atau kawasan.
Ketiga, melibatkan tokoh masyarakat, adat, dan kesultanan di wilayah IKN dalam penggalian tradisi, tari-tarian, cerita lisan, dan unsur budaya lainnya.
Keempat, membangun forum dan strategi komunikasi, serta mengidentifikasi “local influencer” untuk mempromosikan budaya lokal sebagai bagian dari budaya nasional yang direpresentasikan dalam pembangunan IKN.
Dalam strategi jangka menengah, akan difokuskan pada pengembangan industri kreatif berbasis budaya dengan tahapan berikut.
Pertama, memberikan pendampingan yang memadai untuk kapitalisasi budaya dan ekonomi kreatif, serta potensi Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE).
Kedua, meningkatkan kualitas produk budaya lokal seperti pelatihan, kreasi tari baru, dan revitalisasi museum.
Ketiga, memasukan festival budaya lokal dalam agenda pariwisata nasional dan internasional.
Keempat, mengembangkan fungsi pariwisata dengan menghidupkan budaya lokal. Contoh antara lain, pengembangan desa wisata, kampung adat, wisata hutan berdasarkan ekologi masyarakat lokal, air terjun dan penjernihan sungai dengan menghidupkan legenda lokal.
Selanjutnya, dalam strategi jangka Panjang, akan difokuskan pada penguatan ketahanan sosial-budaya masyarakat dengan mempromosikan penggunaan simbol budaya lokal dan toponimi pada bangunan-bangunan dan zonasi/kluster IKN.
Generasi milenial pun akan dilibatkan untuk edukasi dan promosi kebudayaan. Terakhir, mendorong gaya hidup generasi milenial yang selaras dengan visi IKN yang hijau, seperti pengembangan komunitas-komunitas hijau/organik.